Bagi ibu menyusui, produksi ASI yang lancar tentu menjadi salah satu hal yang penting. Selain memenuhi kebutuhan nutrisi dan cukup beristirahat, sebagian ibu memilih mengonsumsi jamu atau bahan herbal tradisional untuk membantu mendukung produksi ASI. Beberapa bahan tersebut cukup mudah ditemukan di pasar, toko herbal, maupun dapur rumah. Namun, jamu sebaiknya tidak dianggap sebagai pengganti pola makan bergizi dan teknik menyusui yang tepat.
1. Jamu kunyit
Kunyit merupakan bahan herbal https://alisonkrausstour.org/ yang populer dalam pengobatan tradisional Indonesia. Jamu kunyit dapat dibuat dengan mencampurkan kunyit segar, air, dan sedikit madu. Selain digunakan sebagai minuman tradisional, kunyit mengandung senyawa antioksidan.
2. Jamu temulawak
Temulawak mudah ditemukan di pasar tradisional dan toko jamu. Biasanya, temulawak dibuat menjadi minuman dengan cara direbus. Rasanya yang khas membuat bahan ini sering dipadukan dengan madu atau gula aren.
3. Jamu kencur
Kencur merupakan tanaman rimpang yang banyak digunakan dalam berbagai minuman tradisional. Jamu beras kencur, misalnya, dibuat dari campuran kencur, beras, gula, dan air. Minuman ini dikenal sebagai jamu tradisional yang menyegarkan.
4. Jamu jahe
Jahe dapat dibuat menjadi minuman hangat dengan cara direbus bersama air. Sebagian ibu menyusui memilih jahe sebagai minuman herbal karena mudah diperoleh dan praktis dibuat di rumah.
5. Jamu daun katuk
Daun katuk sejak lama dikenal dalam masyarakat Indonesia sebagai bahan pangan yang sering dikaitkan dengan produksi ASI. Daun ini dapat dimasak sebagai sayur atau diolah menjadi minuman herbal.
6. Jamu daun kelor
Daun kelor kaya akan berbagai zat gizi dan dapat dikonsumsi sebagai sayuran. Kelor juga tersedia dalam bentuk teh atau olahan herbal sehingga cukup praktis untuk dikonsumsi.
7. Jamu adas
Biji adas secara tradisional digunakan dalam berbagai ramuan herbal. Biasanya, biji adas diseduh dengan air hangat untuk dijadikan minuman.
8. Jamu jintan hitam
Jintan hitam atau habbatussauda sering digunakan sebagai bahan herbal tradisional. Produk olahannya cukup mudah ditemukan dalam bentuk biji, kapsul, maupun minyak. Untuk ibu menyusui, penggunaannya sebaiknya tetap memperhatikan dosis dan keamanan.
9. Jamu fenugreek (klabet)
Fenugreek atau klabet merupakan tanaman herbal yang cukup dikenal sebagai galaktagog, yaitu bahan yang secara tradisional digunakan untuk mendukung produksi ASI. Namun, efeknya pada setiap ibu dapat berbeda dan penggunaannya perlu diperhatikan, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu.
10. Jamu campuran rempah
Jamu pelancar ASI juga dapat dibuat dari kombinasi beberapa rempah, seperti jahe, kunyit, kencur, dan bahan herbal lainnya. Sebaiknya pilih bahan yang jelas dan hindari campuran dengan komposisi yang tidak diketahui.
Pada dasarnya, produksi ASI lebih banyak dipengaruhi oleh seberapa sering dan efektif payudara dikosongkan, kecukupan nutrisi, hidrasi, istirahat, serta kondisi ibu. Jamu dapat menjadi pelengkap, tetapi bukan satu-satunya cara untuk meningkatkan ASI. Jika produksi ASI dirasa sangat sedikit atau bayi mengalami kesulitan menyusu, sebaiknya berkonsultasi dengan konselor laktasi atau tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi herbal tertentu secara rutin.

